Selasa, 12 April 2011

Khutbah jum’at 11-12-2009

Seorang khotib dengan semangatnya melontarkan kata-kata dengan nada yang berapi-api, semangat dan elegan tanpa membacakan teks, sedangkan yang terlintas dibenakku sungguh perbedaan budaya islam jawa dengan budaya islam dikampungku itu ada walaupun itu hanya dilihat dari penyampaiannya yang tidak menggunakan buku/catatan seperti yang selama ini terjadi dikampungku, kalau orang kampngku bilang itulah sang khotib yang sombong dan tidak mengerti tentang apakah itu dia lagi kotbah jum’at atau ceramah. Sebab itu juga merupakan pembedaan antara ceramah , pidato dan khutbah jum’at, tetapi diriku tak pernah tau apakah itu benar atau tidak tentang jusmen yang dilontarkan oleh orang-orang kampungku.
namun aku teringat apa yang disampaikan oleh sang khotib waktu menyampaikan khutbahnya inilah permasalahan umat islam mereka notabennya banyak membicarakan hal-hal yang kurang penting untuk dibahas misalnya solat subuh itu harus pakai Qunut sedangkan dilain pihak ada yang bilang sunnah dan bahkan ada yang bilang itu bid’ah mengada-ada sesutau yang tidak pernah diajarkan nabi, terus bicara tentang tentang solat tarawih yang paling baik itu 8 rekaat yang satu lagi 20 rekat, terus masalah bacaan basmallah pada waktu solat berjamaah apakah dinyaringkan atau dipelankan. Sungguh ironis apa yang terjadi dikalangan masyarakat islam bahkan bukan sesutu yang nisbi jika perkara-perkara tadi menjadi suatu pemicu konflik yang berkepanjangan dan perpecahan antar kedu belah pihak. Karena mempertahankan ego mereka yang merasa paling benar dan paling pintar, padahal jauh leih penting jika kita membicarakan kebobrokan umat bukan memperdebatkan permasalahn khilafiyah seperti itu sesugguhnya masih banyak permasalahan yang besar yang terjadi antar umat islam yang belum terseslesaikan.
Kalau kita melihat masih banyak orang yang tidak melaksanakan solat itu yang musti diperhatikan bukan berdebat bacaan basmallah itu harus dinyaringkan titik, juga solattarawih itu yang paling baik 8 rokaat yang 20 rokaat tidak sah waw sungguh ironi ya umat islam ini, mereka tak pernah menggubris masalah apakah kamu solat tarawih atau tidak, kayaknya itu lebih penting ketimbang bedebat yang ujung-ujungnya tidak solat. Beginilah fenomena yang terjadi di masyarakat kita pada masa sekarang ini. Lebih mementingkan ego dari pada memikirkan sesutu yang lebih bermanfa’at bagi kemaslahatan umat.
Aku terkesan dengan ceritanya sang penghutbah dia ditanyai seorang mahasiswa amikkom yang notabennya dia tidak mempercayai tentang ketuhanan dia bertanya kepada sang ustadz. Sang Mahasiswanya berbicarasekaligus betanya katanya yang masuk surga itu hany orang islam saja betulkah bgitu ustadz kalau begitu, terus bagaimana dengan orang yang selalu berbuat baik didunia ini apakah tidak masuk surga, sunguh jika demikian aku mersa benar-benar tidak adil pemahaman orang islam katanya. Namun apa jawaban ustadz benar orang yang bukan beragama islam tidak akan pernah masuk surga walaupun dia berbuat baik, walau sebaik apapun karena harus anda ketahui bahwasanya kita menjalani hidup itutidak hanya berbuat baik saja atau dengan kata lain bisa dikatakan anda hanya berhubungan dengan manusia, sedangkan dalam islam hubungan itu ada 2 macam:
I. Pertikal (hablumminallah) hubungan dengan Allah dan
II. Horizontal (hablumminannas) hubungan dengan manusi
maksudnya jika seseorang itu hanya melakukan perbuatan baik bisa dikatakan perbuatannya hanya temasuk hubungan dengan manusia tidak berhungan dengan ALLAh Swt jadi hubungan kedua-duanya harus seimbang jika andaingin masuk surga , jangan hanya salah satunya saja itulah mengapa orang yang selain agama islam tidak masuk kedalam surga naninya walaupin mereka berbuat baik karena mereka tidak memiliki hubungan dengan ALLAH sungguh itu tidak cukup ataupun sebaliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar