Selasa, 12 April 2011

lahirnya mahluk baru

BOHHORI
Diwaktu malam nan gelap gulita terlihat seorang ibu yang sedang berjuang mati-matian demi mengeluarkan seorang mahluk baru yang akan menambah hiruk pikuk keramaian dirumah tangganya nanti, malam itu para kawanan burung hantu dan burung punguk saling bersahutan memadu indahnya kesunyian waktu malam demi manambah keramaian syair lengguhan sang ibu yang melawan rasa sakit, ahirnya keluar juga mahluk mungil nan lucu tanpa busana yang menambah kepolosan wajahnya. Mahluk mungilpun meraung untuk yang pertama kali dengan suaranya yang paling merdu seperti seorang maekal jhakson sang penyanyi yang melegendaris itu sedang bernyayi mendayu-dayu dihadapan jutaan penontonya, oek oek oek oek oek itu lah dendang suara yang keluar dari bayi nan mungil tersebut ketika mengetahui ia berada dialam barunya.
Malam itu suasana dirumah ibu maiysah bagaikan plaza ambarukmo, dengan keramaian hiruk pikuk orang-orang yang ingin menyaksikan lahirnya soerang mahluk baru nan mempesona itu maka nekdar dukun beranak kampoeng bilang lah lahir seorang bayi dari rahim seorang wanita yang amat baik hati ini dengan selamat sehat walafiat tanpa kekurangan suatu apapun. bayi yang baru lahir itu, dibalut dengan kain sehingga terbungkus seluruh tubuhnya dan menyisakan ,yang hanya terlihat wajahnya yang mungil nan mempesona yang membuat setiap orang ingin mendekat untuk melihatnya. sang bapakpun menggendong bayi nan lucu itu kemudian dikumandangkan azan di teligga kanan bayi tersebut kemudian suatu yang berbeda terjadi dari biasanya pada bayi itu, ketika azan dikumandangkan ditelinga kanan bayi tersebut, bayipun lansung tersenyum kepada bapaknya yang baik hati dan gagah itu.
Wahai anakku engkau aku namakan bukhari ,semoga engkau menjadi orang yang saleh dan pintar seperti imam bukhari sang perawi hadis dari bukhara itu, dan semoga engkau kelak dewasanya menjadi orang yang berguna bagi keluarga dan umat manusia. Bapakmu menaruh harapan pada dirimu wahai anakku, jadilah engkau anak yang berbakti kepada kedua orang tua, kakak-kakakmu, dan jadilah engkau anak yang sabar, santun, jujur, baik hati dan baik amal perbutanmu.
Jagan kau kecewakan bapakmu ini jika sudah dewasa nanti. ingat anakku nama bapakmu HO itulah aku bapakmu wahai anakku nan polos sendayu mungil nan elok , nama yang aku berikan kepadamu itu agar menjadi do’a tersendiri bagimu dalam menjalani hidup. Nama yang bagus itu kelak akan kamu pertanggung jawabkan di yaumil akherat, jadi ingat pesan bapakmu yang pertama ini nak, bapak tau kau bisa mengetahui apa yang bapak katakan saat ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar